Heran. Saya ini mudah sekali terinspirasi.
Abis ngapain aja, dari mana aja, pasti terinspirasi. Jangankan abis baca buku atau nonton film, atau dateng dari seminar. Dateng dari arisan ibu-ibu pun saya bisa terinspirasi. (Minimal terinspirasi untuk nggak pernah dateng lagi :D )
Tapi mudah terinspirasi itu nggak sama dengan mudah berkarya ya.
Pasalnya begini. Setiap kali saya ‘terserang badai inspirasi’, saya langsung gelisah tingkat tinggi. Rasanya pengen cepet-cepet disalurkan ke jalan yang benar dan asik: blog.
Tapi selain ini, saya punya 5 blog lain. Perinciannya:
Nah, setiap kali dapat inspirasi, saya akan dengan cermat mempertimbangkan, calon karya saya ini akan diterbitkan di blog yang mana.
Misalnya kalau tentang kisah-kisah sukses, akan saya anggap layak dibaca orang ramai. Kalau tentang buku, barangkali cocok masuk ke taman bacaan. Kalau berbau komersil, bolehlah tampil manis di blog-blog komersil.
Nah, tapi kalau tentang diri saya yang sebenarnya yang sepertinya ‘tidak cukup layak baca’? atau hal-hal yang keluar dari hati saya yang paling tulus? (bukan yang paling tulus di dunia sih… hehe…), yang mana itu berarti bisa jadi SANGAT TIDAK menginspirasi orang lain?
because truth don’t always nice…
Maka inilah tempatnya.
Me. The Untold Stories.