the untold stories

February 11, 2012 12:49 pm

ritual blogging

Ketika saya memutuskan untuk membuat satu lagi blog, ini dia ritualnya yang cukup merepotkan.

Pertama, memilih tempat. Blogspot? Wordpress? dsb

Kedua, menentukan nama blog yang bagus. Menarik, SEO friendly, dan pendek.

Ketiga, memilih template. Buat saya, proses ini bisa lama sekali. Saya betah sampe berminggu-minggu dalam urusan template. Karena ini segi terpenting sebuah blog, bagi saya. Di internet, tidak bisa tidak, aspek visual menjadi vital.

Keempat, mengatur tata letak dan widgets. Ini juga bisa lama. Bisa bongkar pasang berbulan-bulan.

Kelima, mendaftarkannya di search engine. Google, Yahoo, Bing, dan kawan-kawan yang puluhan jumlahnya.

Keenam, menulis postingan. Ini berarti buka picture editor, google image, google translate, find synonym, wordpad, wikipedia dan beberapa situs referensi di satu window. Proses ini bisa berjam-jam (kalo bahannya populer), atau berhari-hari (kalo mau bikin tulisan yang bener-bener membanggakan).

Ketujuh, tak lupa menyisipkan iklan-iklan afiliasi. Prosesnya, buka Amazon, cari benda-benda bagus dan relevan yang bisa dijual, cari gambarnya atau linknya, copy, paste.

Kedelapan, mendaftarkan postingan tersebut di social bookmarks. Digg, Stumbleupon, Delicious, LintasMe, Infogue, dll. Ini butuh kesabaran (menunggu loadingnya situs social bookmarks yang biasanya super lemot), dan butuh semangat (karena melakukan hal yang membosankan berulang-ulang. —> copy paste alamat link, copy paste description, memilih gambar, menulis tag, memilih kategori, mengetik captcha… aaaarrrgggghhhh….

Kesembilan, menshare di twitter, facebook dan G plus. Oh iya, pingomatic juga.

Kesepuluh, cek statistik. Itung-itung postingan mana, keyword mana dan referral mana yang paling efektif, untuk kemudian menjadi pertimbangan di postingan berikutnya. 

Beres.