the untold stories

February 7, 2012 11:33 am

masterpiece

After years of expensive education
A car full of books and anticipation
I’m an expert on Shakespeare and that’s a hell of a lot
But the world don’t need scholars as much as I thought

Jamie Cullum, Twenty-something

Saya dan Mimi, sejak jaman kuliah sudah berencana membuat masterpiece, berdua. Entah apalah itu bentuknya. Pokoknya kami memasukkan rencana ini ke dalam daftar ‘things to do before i die’.

Kami sebagai ‘bff’ —kalo ABG sekarang bilang, you know… best friends forever… seperti selena gomez dan taylor swift…— merasa perlu mengabadikan ke-bff-an kami. Mungkin itu juga alasannya. Selain juga keinginan besar untuk mempersembahkan warisan dahsyat untuk cucu-cucu kami sampai 700 tahun mendatang.

Saya lupa gimana awalnya. Yang jelas waktu itu kami lagi sama-sama menghirup secangkir kopi —atau teh?— hangat (buatan Mimi, selalu dan always :p ), di kamar kos, di antara jam-jam penuh pembicaraan (sok) intelektual, dengan soundtrack lagu-lagu oldies di radio, sambil menunggu waktu berangkat kuliah.

Mungkin gara-gara Ben Affleck dan Matt Damon yang bikin script film Good Will Hunting.

Memang dengan kegemaran (atau kegilaan) kami baca buku, maka hasil masterpiece itu barangkali nggak akan jauh-jauh dari sebuah novel. Novel yang hebat pastinya. :)

Saya inget lagi soal masterpiece ini kemarin, gara-gara baca buku The Rule of Four yang ditulis sama dua sahabat sejak kecil. Ian Caldwell, lulusan Princeton, dan Dustin Thomason, dari Harvard.

Novel mereka ini tampaknya sungguh keren (saya baru mulai baca), seperti universitasnya. Koran-koran pada bilang kalo buku ini lebih bagus dari Da Vinci Code. Dan bahkan seperti Dan Brown, Scott Fitzgerald, dan Umberto Eco (!!) yang bersatu menulis novel. Saya jadi penasaran makanya.

Dan jadi inget lagi mimpi masterpiece kami itu.

(Ginger can you hear me? Ground control can you feel me? Need permission to land!)